Showing posts with label kabar. Show all posts
Showing posts with label kabar. Show all posts

Wednesday, 15 May 2013

DIHANCURKAN MUENCHEN, AKHIR DARI ERA BARCELONA?

Semi final leg ke-2 European Champions League, Rabu, 1 Mei dini hari lalu, memperlihatkan hasil yang cukup mengagetkan. Barcelona dikalahkan Bayern Munchen di kandang sendiri dengan skor 3-0.


Di pertemuan sebelumnya, yang berlangsung di Allianz Arena, Bayern mencetak 4 gol tanpa balas. Agregat 0-7 merupakan hasil akhir yang sangat menyedihkan bagi fans dari club Catalan.

Kekuatan Barcelona yang selama 6 tahun terakhir berjaya di Eropa tidak mampu menghadang agresivitas para pemain Bayern. Lionel Messi dan kawan-kawan tak mampu untuk mencetak satu gol pun ke gawang Manuel Neuer.

Pada pertandingan semi final Liga Champion ini, Bayern Munchen bermain dengan sangat bagus. Taktik yang digunakan Jupp Heynckes sangat brillian dengan memberikan pressing pemain Barcelona dari daerah pertahanan Barca sejak pluit awal pertandingan berbunyi. Skema tiki-taka ala Barcelona yang selama ini superior di hadapan lawan-lawannya seolah-olah telah menjadi skema yang usang. Bagai sebuah mesin gol yang tak hentinya keinginan untuk mencetak gol, Bayern selalu meningkatkan serangannya meskipun telah unggul 4-0 sebelumnya.

Inikah akhir dari era Barcelona?

“Jangan hanya menilai kekuatan suatu tim hanya dalam satu atau dua pertandingan saja,” ujar Andreas Iniesta, gelandang serang Barcelona.

“Kami tampil dengan intensitas tinggi, tetapi kami tidak mampu mencetak gol, itulah yang menjadi pembeda,” tambahnya.

Menurut analis sepakbola Jonathan Wilson, penulis buku Inverting the Piyramid yang membedah evolusi taktik sepakbola dunia, inilah akhir dari Era Barcelona. Superioritas klub Catalan dalam 6 tahun terakhir, menurutnya, membuat periode tersebut layak disebut sebagai Era Barcelona. Dengan tiki-taka, Messi cs selalu berhasil memiliki penguasaan bola (possession) yang lebih besar dari lawan-lawannya.

Barca adalah klub sepakbola dengan possession tertinggi di Eropa, diikuti Bayern di peringkat kedua.

Kekalahan telak Barca dari Bayern, menurut Wilson, adalah tanda dari pergeseran sebuah era. Permainan Bayern, lanjutnya, adalah permainan ala Barca yang telah dimodifikasi dan diperbaiki kelemahan-kelemahannya. Salah-satu yang paling menonjol, Bayern memiliki keunggulan fisik dalam memperebutkan bola, tidak melulu dengan teknik yang dalam beberapa kesempatan seringkali tidak bekerja.

Apalagi di musim depan, Bayern akan dilatih oleh Pep Guardiola, mastermind tiki-taka Barcelona selama ini.

Apakah kiblat sepakbola akan segera berpindah ke kota Munich? Menarik ditunggu perkembangannya beberapa tahun ke depan. (JOPI)


Read

MAY DAY: MELIHAT KENYATAAN KEHIDUPAN BURUH INDONESIA

PMII Komisariat FISIP UIN Syarif Hidayatullah mengadakan diskusi mingguan dengan tema “Polemik Perburuham di Indonesia: Dampak Imperialisme terhadap Negara Dunia ke-3”. Tema ini diangkat dalam rangka memperingati hari buruh yang jatuh pada tanggal 1 Mei.  Pada hari itu, ratusan ribu buruh Indonesian tumpah ruah dikawasan Bundaran hotel Indonesia (HI). Mereka menuntut, kelayakan upah, penghapusan sistem kerja kontrak, dan jaminan kesehatan.


Sejarah pahit penjajahan dinegeri ini membawa dampak buruk bagi mentalitas dan karakteristik rakyatnya. Sehingga, karakteristik pemimpin yang begitu lembek dan cenderung selalu bersikap lemah terhadap pihak asing dan pemilik modal merupakan faktor utama penyebab kesengsaraan buruh. Hal tersebut dijelaskan oleh Matin Halim (Kader PMII KOMFISIP), pada Kamis (02/05/2013) malam.

Tujuan pembangunan nasional adalah untuk kesejahteraan rakyat. Namun, realita yang terjadi ditengah masyarakat adalah krisis multidimensial, ketahanan pangan yang lemah, dan hukum yang semrawut. Masalah ekonomi di negeri ini semakin kompleks. Kesenjangan sosial di masyarakat semakin terlihat tajam.

Itulah yang diperjuangkan para buruh di Indonesia. Pasca berakhirnya masa kejayaan minyak, pemerintah mengejar pertumbuhan ekonomi melalui industrialisasi orientasi ekspor. Promosi murahnya upah buruh, kestabilan politik, dan melimpahnya smuber daya alam, telah menarik investor asing. Akibatnya, Indonesia harus membayar mahal, dengan kerusakan tatanan sosial, eksploitasi manusia dan sumber daya alam, serta perusakan lingkungan karena penanaman modal asing.

“Industi yang sangat eksploitatif menimbulkan keadaan yang disebut Karl Marx sebagai obyektivikasi (vergebrtandlichung), yakni buruh hanya dijadikan sebagai obyek satuan modal di mata kapitalis, bukan sebagai subyek atau pencipta barang,” terang matin.

Hasil dari pembangunan ekonomi kapitalistik membuahkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, namun menghasilkan kesenjangan sosial yang tajam karena hanya dinikmati oleh segelintir masyarakat saja. Sistem ekonomi seperti ini, karena masih dominannya pihak asing (kreditor) dalam menentukan kebijakan-kebijakan ekonomi di negeri ini.

Praktik ekonomi yang eksploitatif tersebut, disebabkan oleh moralitas ekonomi tidak dijadikan landasan dalam hubungan dan proses ekonomi. Menurut Matin, solusi dari permasalahan di atas adalah harus ada renegosiasi kontrak-kontrak karya serta sistem bagi hasil dalam industri ekstraksi sumber daya alam, serta pemberian jaminan terhadap hak buruh. Selain itu, ia pun menawarkan pilihan kemungkinan nasionalisasi perusahaan asing yang patut untuk dipertimbangkan sebagai jalan keluar yang rasional.

“Oleh karena itu, kita patut turut memperjuangkan hak-hak buruh. Karena, hal itu tidak hanya bermanfaat bagi buruh saat ini saja, tapi akan jauh lebih bermanfaat bagi para buruh di masa berikutnya,” demikian ungkap Matin. (HANIFA)
Read

Pages